Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Sunday, 27 September 2015

Tiket Online Bus Antarkota, mungkinkah?

Sidoarjo - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan melakukan sidak di Terminal Bungurasih Sidoarjo. Menhub minta agar kondisi terminal terbesar di Jatim ini dibenahi.
Saat datang pukul 08.00 WIB, Jumat (26/6/2015), Menhub melihat secara langsung belasan sopir bus melakukan tes Urine di depan kantor Pengaturan perjalanan Bus antar kota.
Di Bungurasih, Jonan melihat secara langsung pembangunan beberapa bagian terminal yang belum selesai, yakni ruang tunggu penumpang yang berada di lantai 2. Menhub minta agar pembangunan segera diselesaikan agar arus menumpang bisa tertata lebih baik.
"Terminal Bungurasih ini untuk segera diselesaikan dan untuk dirapikan, harus ada target bahwa terminal ini agar secepatnya lebih baik. Masak kalah dengan stasiun kereta api," ujar Menhub Jonan.
Jonan berharap, paling lambat 2016 kondisi Terminal Bungurasih sudah rapi, dan ruang tunggu penumpang juga tertata dengan baik. "Kalau perlu tiketnya itu menggunakan sistem online, agar penumpang disini sudah mendapatkan tiket, tinggal naik bus saja," ujar Jonan.
Jonan menambahkan, menjelang lebaran pihaknya tengah fokus terhadap Kelaikan, armada, keselamatan dan volume penumpang. "Dishub akan meningkatkan pelayanan ke pada masyarakat, dan keselamatan pada masyaraakat yang akan menggunakan jasa tranpotasi darat, laut, udara," jelasnya. 

dikutip dari  http://news.detik.com/berita-jawa-timur/2953043/sidak-terminal-bungurasih-menhub-jonan-minta-kondisi-terminal-dibenahi
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, sumber : vivanews.com

Potongan berita di atas memang sudah agak lama, diterbitkan bulan juni dalam rangka persiapan pelaksanaan arus mudik dan balik tahun 2015. Akan tetapi ada hal yang menarik perhatian saya dan terus menggelayuti pikiran saya sepanjang hari, hahahahaha... Pada tulisan kali ini saya hanya akan membahas tentang statement menteri perhubungan terkait dengan tiket online bus antar kota (lihat tulisan yang dicetak tebal dan digaris bawah pada potongan berita di atas).

Seperti kita ketahui, selama ini tiket bus antar kota baik dalam maupun antar propinsi selalu diberikan melalui proses manual. Ada yang diberikan langsung oleh kondektur di atas bus, ada juga yang melalui agen yang telah ditunjuk atau bekerjasama dengan PO yang bersangkutan. Memang jelas berbeda dengan yang ada di moda transportasi kereta api, dimana tiket selalu diperoleh calon penumpang terlebih dahulu sebelum menggunakan jasa pengangkutannya. Pada bus antar kota hal ini kadang membuat penumpang baru mengetahui tarif bus bersangkutan setelah naik, ini mejadikan peluang terjadinya kecurangan dan kenakalan oknum kru dalam mempermainkan tarif. Memang pada PO yang bonafide, dipasang pula stiker tarif bus sesuai jurusan pada bagian dalam bus. Tetapi banyak juga PO yang belum melakukan hal ini, bahkan ada beberapa PO yang tidak memberikan tiket kepada penumpangnya. Jika melihat kondisi ini, saya pikir arahan Menteri Jonan terkait tiket online sangat wajar dan mendesak untuk segera dilaksanakan. Apalagi jika melihat bagaimana sistem perbaikan ticketing pada PT. KAI berhasil dieksekusi dengan sempurna. Akan tetapi perlu dilihat latar belakang yang menjadi sebab terjadinya kesemrawutan mengenai prosedur pembayaran jasa transportasi bus a.k.a tiket.
karcis bus antar kota, sumber : setia1heri.wordpress.com

Bus antarkota, memang tidak sama dengan kereta api. Bus antarkota utamanya kelas ekonomi dan sebagian patas, menaikkan dan menurunkan penumpangnya dimanapun selama itu dilalui dalam rute perjalanan bus bersangkutan. Untuk calon penumpang yang tinggal jauh dari terminal tapi dekat dengan jalur yang dilalui bus antar kota, kondisi ini jelas menguntungkan. Berbeda dengan kereta api, meskipun anda tinggal di tepi rel kereta api sekalipun, kalau ingin menggunakan jasa kereta api anda harus pergi ke stasiun terdekat, tidak mungkin anda menghentikan kereta api di depan rumah anda, kecuali rumah anda adalah stasiun kereta api, hahahaha... Belum lagi jumlah terminal bus antarkota yang jauh lebih sedikit daripada jumlah stasiun KA (jika dihitung kedua moda memiliki asal dan destinasi yang sama, contoh : silahkan dihitung jumlah terminal yang dilewati bus jurusan tulungagung-surabaya dan jumlah stasiun yang dilalui oleh KA dengan jurusan yang sama). Hal inilah yang membuat saya membuat hipotesis pribadi bahwa penerapan ticket online pada bus tidak semudah pada KA, belum lagi fakta bahwa operator KA masih dimonopoli oleh satu BUMN yang jelas berbeda jauh dengan bus antarkota yang 99% operatornya berasal dari pihak swasta. Mungkin kita bisa menjadikan busway sebagai referensi penerapan ticketing pada bus antar kota, tapi busway adalah moda yang dirancang dari nol, bukan melakukan rehabilitasi pada moda lama yang mengalami kesemrawutan. Kalau dipaksakan, bisa anda bayangkan bagaimana mengatur perjalanan bus dalam satu jalur busway ruas Surabaya-Kertosono.
 tiket KA Online, sumber : muhdhito.me
Melalui tulisan ini saya bukan sedang memposisikan sebagai seorang yang anti-Jonan atau bersikap menolak ide ticketing online secara absolut (secara pribadi saya adalah seseorang yang kagum dengan sosok Jonan, yang menurut saya adalah direktur KAI terhebat sepanjang sejarah perkeretapian Indonesia setelah kemerdekaan) . Ticket online bisa diterapkan pada bus antar kota, menurut saya pribadi, tapi secara terbatas. Yaitu terbatas pada bus antarkota antar propinsi non ekonomi atau Bus Malam. Kenapa bus malam? karena secara sistem bus malam sangat mirip dengan kereta api yang telah sukses melaksanakan ticketing online. Bus malam biasanya hanya menaikkan penumpang di agen-agen yang telah ditunjuk, sangat mirip kereta api yang hanya berhenti di stasiun saja. Bahkan bus malam punya nilai plus karena bisa menurunkan penumpang di tempat-tempat terdekat dengan tujuan penumpang sejauh diperkenankan oleh aturan. Bahkan penerapan ticketing online pada bus malam saya yakini mampu menekan secara maksimal jumlah penumpang gelap alias sarkawi. Kebocoran keuntungan yang dialami oleh perusahaan akan terkikis dalam jumlah yang signifikan. Load factor bus malam pun bisa terisi secara optimal, apabila sebelumnya menggunakan sistem jatah kursi untuk setiap agen, dengan sistem online dapat diset up kebutuhan kursi dan armada pada setaip hari operasional bus.
agen bus malam, sumber : tribunnews.com

Kendalanya? belum semua PO mempunyai agen yang merupakan kantor perwakilan resmi. Kecuali PO Rosalia Indah (cat : yang saya tau) kebanyakan adalah agen komisi yang memperoleh keuntungan dari persentase nilai penjualan tiket dan atau jumlah tiket yang dijual. Kenapa harus perwakilan resmi? karena ticketing online membutuhkan sarana prasarana yang tidak murah. Sebagian besar agen bus hanya bermodalkan meja, kursi dan alat tulis. Tidak ada sistem komputerisasi seperti agen penjualan tiket pesawat terbang atau kereta api. Dengan perwakilan resmi perusahaan bisa menginvestasikan asetnya dengan lancar, karena saya yakin PO pasti akan berfikir ulang untuk menyerahkan seperangkat media online untuk keperluan penjualan tiket kepada agen-agen komisi.
 Bus Malam, sumber :teguhalkhawarizmi.wordpress.com

Dengan segala kondisi, permasalahan, keuntungan dan kendala yang ada, penerapan ticketing online pada bus antar kota mungkin akan cukup membantu permasalahan yang dialami oleh penumpang, operator maupun aparat pemerintah. Tetapi perlu kajian teknis dan studi lapangan yang cermat dan teliti sebelum diterapkan. Pengaplikasian yang tergesa-gesa dan cenderung dipaksakan akan berdampak buruk bagi moda transportasi bus antar kota dan para pengguna jasanya. Operator dan pengelola prasarana moda transportasi bus antar kota memang tidak boleh kalah dengan Kereta Api, tetapi perlu diingat, bus bukanlah kereta api, dan untuk sesuatu yang berbeda perlu ditemukan aplikasi yang berbeda pula meski dalam tujuan yang sama demi kemajuan transportasi indonesia.

Monday, 21 September 2015

Selamat Datang Bus Rapid Transport (BRT) Sidoarjo

Kemarin (21/9) Pemkab Sidoarjo resmi meluncurkan moda transportasi publik yang menghubungkan Porong-Sidoarjo-Terminal Purabaya bertajuk Bus Rapid Transport (BRT). Peresmian dilakukan oleh Bupati Sidoarjo Saiful Illah di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Candi Sidoarjo. Sebanyak 10 bus yang berasal dari bantuan Kementerian Perhubungan ini akan mulai mengaspal melintasi rute Terminal Porong - Jl Raya Porong - Jl Raya Tanggulangin - Jl Raya Candi - Jl Sunandar PS - Jl Diponegoro - Jl Pahlawan - Tol Sidoarjo - Tol Waru - Terminal Purabaya. Pemkab Sidoarjo dengan ini menjadi pemerintah daerah kesekian yang mencoba mengikuti kesuksesan Busway a.k.a Bus Transjakarta dalam mengembangkan moda transportasi masal dalam kota (komuter).
Peresmian BRT Sidoarjo - sumber : detik.com

Sama dengan sistem yang dikembangkan oleh Transjakarta, BRT Sidoarjo ini juga melintasi jalur khusus dan hanya berhenti di halte-halte tertentu saja. Bedanya jika di Jakarta Halte dan Lintasan Busway benar-benar bersifat khusus dan harus steril dari kendaraan lain, BRT Sidoarjo masih memanfaatkan jalur pedestrian untuk pembangunan halte dan belum ada pembatas yang jelas antara jalur BRT dengan jalur kendaraan lain. Untuk tiket jarak terdekat dan terjauh dipatok tarif Rp. 5.000,- sekali jalan. Khusus pada hari peluncuran, masyarakat pengguna jasa BRT tidak dipungut biaya alias gratis. "Dengan BRT ini, harapannya dapat mengurangi kemacetan terutama di jam berangkat dan pulang kerja," jelas Kepala Dishub Sidoarjo Joko Santosa sebagaimana dikutip detik.com. Adapun operator yang ditunjuk mengelola BRT Sidoarjo ini adalah Perum Damri.
halte BRT - sumber : www.detik.com

Meskipun demikian peresmian BRT Sidoarjo ini bukan tanpa masalah. Setelah sebelumnya ditolak oleh pemkot Surabaya terkait pembangunan Shelter di dalam Terminal Purabaya, keberadaan BRT ini juga masih menuai protes dari para pengusaha dan pengemudi angkutan lyn dan bison yang juga melayani trayek Purabaya-Sidoarjo-Porong. Para sopir beranggapan apabila Bus Rapid Transit diluncurkan, bukan tidak mungkin akan mengurangi pendapatan bagi sopir angkutan umum di Sidoarjo. Para sopir menginginkan agar Pemkab Sidoarjo memperhatikan terlebih dulu dampak sosial yang akan ditimbulkan. Seperti yang disampaikan oleh Jumadi, salah satu sopir lyn di Sidoarjo. Dirinya mengungkapkan bahwa apabila BRT ini diluncurkan, bukan tidak mungkin akan mengurangi pendapatan para sopir di Sidoarjo. “Semuanya tidak ada yang setuju karena nanti pendapatan berkurang. Ini saja tidak ada BRT pendapatan sudah berkurang,” kata Jumadi, sopir lyn sebagaimana dikutip surabayanews.com.
lyn jurusan porong-sidoarjo-purabaya dengan latar belakang halte BRT - sumber : www.jawapos.com

Berdasarkan pengalaman saya, menggunakan moda transportasi lyn ataupun bison untuk bepergian dari Purabaya-Sidoarjo atau sebaliknya memang cukup membutuhkan kesabaran. Angkutan Lyn biasanya tidak mau berangkat bila kapasitas tempat duduk belum dalam kondisi full seat. Pengemudi bahkan tidak peduli kalau ada penumpang yang membawa barang bawaan yang apabila dihitung volume dan beratnya bisa jadi setara dua orang penumpang. Padahal mungkin ada penumpang yang harus segera tiba di lokasi yang dituju dan ini pasti sangat menjengkelkan. Selain itu jangan harap anda menemukan fasilitas ac dan sebagainya, dapat armada yang bagus dengan kursi beludru saja sudah bisa dibilang beruntung. Kondisi ini bisa jadi merupakan dampak dari pendapatan pelaku angkutan umum di jalur ini sebagaimana yang disampaikan oleh bapak Jumadi. Kalau benar demikian, sebuah solusi harus segera ditemukan agar peluncuran BRT yang sejatinya sebuah terobosan hebat ini benar-benar berfungsi maksimal. Tentu kita tidak ingin suatu hari ada aksi-aksi negatif yang dilakukan oleh pihak yang merasa dirugikan akan hadirnya BRT ini, sebagaimana jamak ditemui di masyarakat kita belakangan ini.
Terlepas dari pro kontra dan segala permasalahan yang ada, BRT sudah diluncurkan. The show must go on. Kebutuhan masyarakat pengguna jasa transportasi akan sarana dan fasilitas transportasi yang murah, aman dan nyaman harus tetap diutamakan. Keberhasilan acara peluncuran ini juga harus diikuti keberhasilan akan harmonisasi dan sinergitas antara BRT dengan moda transportasi sejalur lainnya. Syukur-syukur operator BRT mau merangkul pengusaha dan pengemudi di jalur ini untuk bersama-sama menciptakan sarana transportasi yang murah, aman dan nyaman bagi masyarakat. Terakhir, saya ucapkan selamat untuk Pemkab dan masyarakat Sidoarjo atas peluncuran BRT. Ayo Naik Bus, Biar Nggak Bikin Macet. 
Potongan Berita dari harian Jawa Pos edisi 22/9/2015



Laku dan Tirakat masih Relevankah?

Laku dan tirakat adalah cara orang jawa dalam berusaha mencapai suatu keinginan mulai dari keinginan akan suatu ilmu, kekayaan, kesaktian, pangkat, rejeki dan sebagainya yang merupakan keinginan orang dalam hidup. Namun laku ini bukan lah suatu usaha yang berhubungan dengan keinginan tersebut tetapi lebih cenderung ke arah spiritual atau keyakinan.
Banyak macam orang dalam menjalani laku mulai dari puasa, tidak tidur, berendam di sungai, sampai kepada ritual yang aneh dan tidak masuk logika orang modern yg lain, yang kesemuanya bertujuan agar apa yang menjadi harapan mereka bisa tercapai.

Jika di aplikasikan pada jaman sekarang pastilah akan terasa berat untuk tidak tidur atau berpuasa selama 7 atau 40 hari penuh tanpa makan, sementara kewajiban atas pekerjaan dan aktifitas sehari hari menuntut orang untuk tetap fit dan dalam kondisi yang prima. Jika demikian apakah konsep tentang laku ini sudah tidak relevan lagi dengan kondisi jaman sekarang ataukah masih perlu untuk dijalankan?

Jawabanya adalah Ya, anda masih perlu menjalankan laku, karena konsep tentang laku ini masih harus dijalankan dengan menyesuaikan perubahan jaman.

Hakekat laku adalah upaya dalam menjaga agar tetap fokus pada mindset dan tujuan, dengan demikian akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang agar selalu tetap dalam arah yang membangun tercapainya tujuan. Sebagai contoh misalnya ada orang yang menginginkan kekayaan maka dengan menjalankan laku dia akan menjauh dari tindakan pemborosan atau berfoya-foya dan kemudian akan cenderung hidup berhemat serta bekerja lebih keras. Jika anda ingin sukses dalam karir maka jadikanlah pekerjaan adalah laku anda sehingga mendorong anda bekerja lebih profesional, jujur dan disiplin dengan demikian anda akan terhindar dari kebiasaan dan etos kerja buruk yang dapat menghancurkan karir anda.

Jadi bisa disimpulkan bahwa yang membuat orang berhasil mencapai tujuannya dengan menjalankan laku adalah bukan karena bentuk ritualnya melainkan karena mereka akan cenderung tetap fokus kepada apa yang menjadi tujuan sehingga segala sesuatu yang dikerjakan akan terkondisi pada arah untuk mencapai tujuan. Jika kita ambil hubunganya dengan pemahaman tentang alam semesta maka laku akan memperjelas visualisasi tujuan yang terekam dalam memori otak kita sehingga respon alam semesta akan lebih cepat diterima. Jika anda ingin sukses dalam mencapai tujuan maka jalankan laku dengan cara tetaplah fokus pada keinginan untuk mencapai tujuan tersebut.

ardjel.blogspot.com/2009/11/laku-dan-tirakat-masih-relevankah.html

kesimpulannya yang diperlukan adalah sebuah tekad untuk menggapai sebuah tujuan, dengan tekad itu meskipun tujuan yang qt inginkan tidak tercapai,tapi qt akan mencapai "tujuan" qt yang sebenarnya

Hanya ada di Jawa Timur!!

PADA bus-bus Jawa Timuran ada pemandangan istimewa kalau Anda yang suka naik bus bumel (bus kelas ekonomi) dan jeli menyimak interior langit-langitnya. Pada besi aluminium untuk pegangan penumpangnya yang berdiri di lorong, Anda akan bisa temui tas kresek yang digantungkan.
Apa fungsi tas kresek ini? Buat mereka yang belum pernah bekerja atau tinggal di kota-kota di Jawa Tmur dan naik bus di provinsi ini pasti sedikit kaget dan bertanya-tanya. Tas kresek itu berfungsi untuk membantu penumpang yang mengalami mabuk di perjalanan. Biasanya, kondektur bus akan langsung sigap begitu ada penumpang yang mulai terdengar “whuekk whuekk…” alias mabuk dan mulai muntah.

Tas kresek ini berfungsi sebagai bak penampung sementara muntahan makanan dari perut penumpang yang mabuk perjalanan. Semuanya for free alias gratis sebagai bagian servis operator bus klas ekonomi untuk penumpangnya. Dengan begitu, bus tetap terawat bersih bebas dari kotoran muntahan penumpang, yang bagi sebagian orang, melihatnya apalagi mencium baunya, (maaf) terasa menjijikkan. Satu lagi keunikan bus di Jawa Timur yang pernah saya temui.
(disadur dari bismania.org)


yang mabuuk..yang mabuuk

Tulungagung-Jogja yang Mati Suri

Jalur Blitar-Tulungagung-Kediri-Madiun-Solo-Jogja/Purwokerto adalah salah satu trayek yang cukup lama beroperasi. Jalur ini selain dilayani oleh armada bumel juga menjadi jalur bus-bus malam jurusan jakarta dan bandung. Dulunya trayek ini boleh dibilang dikuasai oleh dua perusahaan besar, DAHLIA INDAH di Tulungagung, dan HASTI di Kediri. Pada masa kejayaannya kedua PO ini sangat populer di masyarakat pengguna jasa angkutan bus. menyandang image “bus balap” sebagaimana umumnya pemain di jalur saradan-caruban, kedua PO ini bahkan tak terkalahkan oleh PO-PO Surabaya-Jogja semacam EKA, MIRA, SUMBER KENCONO, MAPAN, JAYA UTAMA atau TRIGAYA.
PO Dahlia Indah - sumber : www.bismania.com
PO Hasti (sekarang fokus ke trayek Surabaya-Pare-Kediri) - sumber : www.expertofsomething.wordpress.com

Akan tetapi kehancuran yang dialami oleh kedua PO ini merubah kondisi trayek yang sebenarnya padat penumpang ini. HASTI tampaknya tak mampu terus-terusan “balapan” di jalur tengkorak ini, armadanya perlahan-lahan habis akibat seringnya mengalami laka. Bahkan “saudara kembar” nya, JAYA RAYA, juga ambruk ditimpa masalah yang sama. DAHLIA INDAH juga mengalami nasib yang tak jauh berbeda, armadanya hancur meski bukan karena laka, melainkan disinyalir karena tingkah laku kru-nya yang sering mencampur bahan bakar solar dengan minyak tanah bahkan minyak goreng(mau bikin gorengan mesin kali ya..hahahahaha). akibatnya armada-armada lambat laun DAHLIA INDAH tak mampu bersaing lagi dengan kecepatan MIRA, EKA ataupun SUMBER GROUP dan terus mengalami penurunan dari segi kuantitas armada.
PO Mira - sumber : www.bisjurusan.com

Hancurnya HASTI sebenarnya membuat DAHLIA INDAH menjadi pemain tunggal di jalur ini, akan tetapi hal ini tidak diimbangi dengan pelayanan yang bagus kepada konsumen. Tarif yang cenderung ngawur(khas bus setoran), armada yang kurang memadai masih ditambah pula dengan kebiasaan ngetem berjam-jam membuat bus ini lambat laun ditinggalkan konsumennya.
Di pihak lain bus-bus yang beroperasi di trayek Surabaya-Madiun-Solo-Jogja mengalami peningkatan kualitas armada dan pelayanan yang signifikan. Meski banyak pemain lama yang berguguran sehingga hanya menyisakan EKA, MIRA dan SUMBER GROUP, tetapi persaingan yang kompetitif di antara PO-PO ini membuat Gap antara dua trayek ini menjadi amat jauh. Hal ini berakibat pada beralihnya perilaku konsumen. Konsumen cenderung lebih suka “mengoper diri sendiri” dengan naik bus jurusan Tulungagung/Kediri-Kertosono-Surabaya sebelum menyambung bus jurusan Madiun-Solo-Jogja di kertosono, begitu juga sebaliknya. Ditambah lagi bus-bus yang beroperasi di jalur Tulungagung/Kediri-Kertosono-Surabaya juga mengalami peningkatan dalam hal pelayanan dan armada.
Jika perilaku konsumen ini bertahan dalam beberapa waktu lamanya, mungkin dapat dipastikan bahwa trayek ini mungkin akan segera mati. Sungguh ironis memang, sebuah trayek dengan kuota penumpang yang cukup signifikan harus “terhapus” dari peta jalur bus Indonesia. Untuk mencegah hal ini tentu para operator trayek ini harus mengusahakan untuk mengubah lagi perilaku konsumen pengguna jalur ini. Faktor eksternal yang dalam hal ini berupa kemajuan dari trayek lain yang bersinggungan dengan trayek ini tentu tidak dapat dicegah. Yang bisa dilakukan tentunya perbaikan faktor intern, yakni kualitas pelayanan dan armada dari pemain-pemain di jalur ini. Meski tampaknya sangat sulit berharap pemain tunggal jaur ini, DAHLIA INDAH akan mengubah orientasi dan kebijakan manajemen perusahaannya.
Keadaan ini sebenarnya sempat ditangkap oleh beberapa PO yang berusaha mengambil peluang dari “keanehan” jalur ini. ROSALIA INDAH muncul dengan trayek yang hampir sama persis dengan DAHLIA INDAH, yaitu Malang-Blitar-Tulungagung-Kediri-Madiun-Solo-Jogja-Purwokerto-Cilacap. Tetapi sebagaimana brand  ROSALIA INDAH, PO ini hanya menawarkan bus-bus malam yang pangsa pasarnya tentu berbeda dengan Bus bumel. Kemudian muncul harapan besar ketika RESTU dengan armada ATB Pandanya hadir dengan trayek aneh Tulungagung-Madiun-Solo-Surabaya-Tulungagung. Semua orang pasti mengenal reputasi RESTU yang menggebrak dunia bis jawa timur dengan Restu Panda. Tetapi ternyata RESTU juga tidak bertahan lama, beberapa bulan setelah beroperasi armada Panda menghilang dari terminal Tulungagung. Tampaknya 1 unit armada panda belum mampu menunjukkan keseriusan PO yang berasal dari kota apel ini untuk “menghidupkan” jalur ini.

 
PO Rosalia Indah - sumber : www.bismania.com

Pareto's Theory a.k.a Dahlan Iskan's Theory

Dalam sebuah paparan yang disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 16 September 2013 di Kantor KPU, pimpinan KPU mengutip sebuah kata-kata yang diucapkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. "Dia bilang di setiap komunitas yang jelek cuma 10 persen, yang baik juga 10 persen, yang lainnya ikut-ikutan. Kalau direkturnya baik, komisionernya baik, menterinya baik, maka dia punya modal 10 persen, 80 persennya pasti ikut," kata Adnan Pandu Praja pimpinan KPU yang hadir di acara yang digelar sebagai persiapan pelaksanaan pemilu 2014 tersebut. http://news.detik.com/read/2013/09/16/151613/2359998/10/kpk-paparkan-teori-dahlan-iskan-untuk-cegah-korupsi
Dahlan Iskan - sumber : www.nasional.harianterbit.com
Teori yang populer di masyarakat ini disebut-sebut merupakan modifikasi dari toeri pareto, yang dibuat oleh Joseph M. Juran berdasarkan pendapat ahli ekonomi italia, vilfredo pareto. Meski sebenarnya terdapat beberapa perbedaan yang signifikan antara teori pareto dengan teori dahlan iskan. Teori pareto menyatakan bahwa pada banyak kejadian 80% efeknya disebabkan oleh 20% penyebabnya. Teori ini sendiri tidak bisa diartikan secara membabi buta hanya melalui definisi harfiahnya saja. Mengingat teori dibuat hanya berdasarkan pengamatan pareto semata bahwa 80% pendapatan di Italia pada tahun 1906 hanya dimiliki oleh 20% populasi saja. Akan sangat aneh misalkan anda mengatakan bahwa 80% pekerjaan dilakukan oleh hanya 20% karyawan saja. Ini akan sangat berbahaya bagi kinerja anda dan organisasi secara keseluruhan.
 vilfredo pareto - sumber : www.toolshero.com

Kalaupun benar teori dahlan iskan disebut modifikasi dari teori pareto, maka hanya ada satu persamaan di antara keduanya. Yaitu kedua teori ini tidak bisa diartikan atau diaplikasikan secara membabi buta, secara harfiah apalagi hanya mengutip sebagian teorinya saja. Contohnya jika kita mengatakan bahwa pada suatu komunitas pasti ada 10% yang baik, 10% yang buruk dan 80% sisanya hanyalah pengikut, tanpa menambah penjelasan bahwa komisioner, direktur atau pimpinan-lah yang sebenarnya menentukan arah dan kinerja organisasi, bisa jadi kita akan memecah belah organisasi atau komunitas anda sendiri.
Hal ini masih belum ditambah lagi dengan kesulitan yang akan anda hadapi dalam menentukan kriteria “baik” dan “tidak baik”. Sebagai pimpinan kita mungkin bisa menilai seseorang “baik” hanya karena dia hadir tepat waktu, pulang sesuai jadwal, mengerjakan pekerjaan sesuai perintah anda dan selalu tersenyum saat berpapasan dengan anda. Tapi kita tidak akan pernah tahu apa sebenarnya motivasi dari anak buah kita, apakah benar dia sedang bekerja dengan tulus dan bersemangat, ingin menunjukkan kinerja dan kualitas dirinya, atau hanya menginginkan sesuatu dari pimpinannya. Anak buah yang “baik” tentu bukanlah orang yang selalu mengatakan “baik bu,” atau “baik pak,” ketika pimpinan memberikan perintah tanpa bisa memberikan pandangan kritis terhadap apa yang diperintahkan dan dampaknya terhadap kinerja organisasi. Dahlan Iskan sendiri mengatakan bahwa anak buah yang baik, adalah anak buah yang loyal kepada atasannya tetapi juga KRITIS, anak buah yang patuh tapi juga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak baik. Karena dengan menjadi anak buah yang kritis, sesungguhnya anak buah itu bisa menyelamatkan atasannya dari situasi kritis yang mungkin akan dihadapi. Tetapi jika ke-kritis-annya hanya bertujuan untuk mementingkan kepentingannya sendiri, maka kita bisa langsung memberikan label “tidak baik” baginya.
Karena itulah teori dahlan iskan ini tidak bisa serta merta diaplikasikan dan diterjemahkan secara harfiah saja. Kualitas kita sebagai pemimpin akan sangat menentukan sehingga kita benar-benar bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Ditambah lagi jika benar menurut teori Dahlan Iskan bahwa yang baik dan yang buruk berebut pengaruh, maka kualitas dari top manager –lah yang bisa membawa suatu organisasi kepada arah dan tujuan yang dikehendaki atau justru ke arah sebaliknya.